Mujahiddin SSos MSP, Dosen Ilmu Kesejahteraan Sosial Fisip UMSU, mempresentasikan model praktikum Prodi IKS dalam workshop Praktikum Pekerjaan Sosial dan seminar nasional Ilmu Kesejahteraan Sosial di kampus Fisip USU
MUJAHIDDIN SSos MSP, dosen Ilmu Kesejahteraan Sosial Fisip UMSU, mempresentasikan model praktikum Prodi IKS dalam kegiatan workshop Praktikum Pekerjaan Sosial dan seminar nasional Ilmu Kesejahteraan Sosial yang digelar Ikatan Pendidikan Pekerjaan Sosial Indonesia (IPPSI) selama dua hari, Rabu-Kamis (22-23/4) di kampus Fisip USU. Presentasi yang disampaikan tersebut menyangkut model praktikum mikro dan praktikum makro. “Kami memiliki Praktikum I dan Praktikum II yang di da lamnya bisa mencakup praktikum mikro maupun makro. Dengan praktikum ini kami harapkan mahasiswa memiliki kompetensi dalam hal pengenalan lembaga hingga mampu menangani masalah klien dan menyusun perencanaan untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat,” jelas Mujahiddin. Menurut Mujahiddin, berkaitan dengan workshop ini maka model praktikum di Prodi IKS UMSU akan mengalami revisi mengikuti pedoman praktikum yang dihasilkan IPPSI, tapi dengan tetap memadukan kurikulum Prodi IKS dan visi misi prodi. Workshop Praktikum nasional ini sendiri dibuka Pembantu Rektor III USU, Drs. Bongsu Hutagalung , MSi di ruang Senat Biro Rektor USU dan kegiatan selanjutnya dilaksanakan di kampus Fisip USU. “Kami bangga Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial Fisip
USU dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan ilmiah nasional ini. Karena bicara praktikum saya berharap kegiatan ini bisa menggagas dan melahirkan halhal baru dalam ilmu sosial. Istilah from lab to market harus jadi acuan,” kata Bongsu Hutagalung dalam sambutannya. Soni Akhmad Nulhaqim, Ketua Umum IPPSI dalam sambutannya mengatakan IPPSI adalah organisasi penyelenggara pendidikan atau tempat berhimpunnya dosen-dosen dan staf pengajar di program studi/jurusan/ departemen Il mu Kesejahteraan Sosial yang ada di perguruan tinggi seluruh Indonesia. Saat ini 31 perguruan tinggi baik negeri, swasta, maupun sekolah tinggi yang memiliki jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial menjadi keanggotaan dalam IPPSI. Di Suma tera Utara ada dua perguruan tinggi yang menjadi anggota, yakni Departemen IKS Fisip USU dan Prodi IKS Fisip UMSU. “Kegiatan ini akan membahas pembaharuan model dan metode praktikum, baik praktikum mikro maupun makro. Praktikum-praktikum ini nantinya akan dilaksanakan mahasiswa yang tujuannya diarahkan dalam penanganan masalah-masalah sosial yang ada di tengah-tengah masyarakat,”ujar Sony.Sebelumnya, Khairani Siregar,S.Sos, MSP selaku KetuaPanitia dan juga Ketua Departemen IKS Fisip USU menyampaikan,kegiatan seminar dan workshop nasional ini diikuti dosen dari hampir semua perguruan tinggi anggota IPPSI, seperti dari Universitas Islam Ar Ranniry Banda Aceh, Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, dan juga Universitas Cenderawasih Papua. Workshop praktikum ini akan membicarakan berbagai hal, misalnya target sasaran praktikum, proses supervisi dan persyaratan supervisor praktikum, tahapan praktikum, lokasi-lokasi dan objek praktikum, setting dan masa waktu praktikum, hingga kompetensi yang harus dicapai mahasiswa dalam kegiatan praktikum. “Out put dari kegiatan ini adalah lahirnya Pedoman Praktikum Makro dan Mikro yang akan menjadi acuan bagi semua jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial di seluruah perguruan tinggi yang menjadi anggota IPPSI,”ujar Khairani. (*)
