Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) melakukan bakti sosial di Kelurahan Hamdan Kecamatan Medan Maimun.
“Ini adalah bentuk kepedulian HMJ IKS terhadap lingkungan yang kurang bersih dan melihat kesehatan yang kurang baik. Insya Allah baksos seperti ini akan berkelanjutan dengan fokus konsep pemberdayaan masyarakat berbasis pengelolahan limbah sampah,” ungkap Ketua HMJ IKS FISIP UMSU Faizul Hamdi Hasibuan.
Dalam kegiatan ini, Faizul Hamdi menyampaikan terimakasih atas sambutan hangat yang diberikan warga Badur dan telah menyukseskan acara tersebut. Baksos ini juga didukung Bank Sampah Mutiara dan Komunitas Peduli Anak Sungai Deli (Kopasude) Sumut.
Sementara itu Kepala Lingkungan, Emianita, mengharapkan semoga kegiatan ini dapat berkelanjutan dan dapat bersinergi dengan masyarakat untuk mencapai lingkungan yang sehat. “Saya berharap kegiatan ini, tidak hanya sampai di sini, dan saya sangat berterima kasih atas kepedulian adik-adik mahasiswa terhadap kampung ini,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Bank Sampah Mutiara (BSM) yang juga Ketua Majelis Lingkungan Hidup Muhammadiyah Kota Medan Drs Effendi Augus MSi ini mengatakan, ada 10 indikator PHBS Rumahtangga guna untuk menjadikan kehidupan yang efektif sehari-hari.
“Yang pertama itu pertolongan persalinan dan tenaga kesehatan, Air Susu Ibu (ASI) ekslusif, menimbang bayi dan balita, ketersediaan air bersih, cuci tangan pakai sabun, penggunaan jamban sehat, pemberantasan jentik, makan buah dan sayuran, aktivitas fisik setiap hari dan tidak merokok,” jelasnya.
Effendi juga mengatakan, pentingnya pengelolaan sampah di setiap rumahtangga dan jika tidak dikelola dengan baik sampah akan berdampak pada kesehatan. “Selain itu sampah juga dapat menghasilkan sumber ekonomi dengan cara membuat kreativitas dari sampah. Seperti mainan kunci, pot bunga dan lain sebagainya,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut berdasarkan UU No.18-2008 tentang pengelolaan sampah adalah suatu kegiatan yang sistematis menyeluruh, berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah. “Sampah juga perlu penanganan, tidak saja oleh pemerintah, tetapi masyarakat ikut aktif bertindak terhadap permasalahan sampah,” kata Effendi. (*)
